"Kami sudah berikan catatan rekomendasi untuk dijalankan agar UN berjalan lancar. Tapi, saya juga heran kenapa bisa seperti ini," kata Haryono di Jakarta, Rabu (24/4/2013).
Ketika ditanya mengenai detail proses tender yang diduga bermasalah, ia menjelaskan untuk teknis proses tersebut pihaknya memang tidak ikut. Namun, karena muncul masalah dan ada dugaan permainan anggaran yang diberitakan oleh media dan LSM, pihaknya turun untuk investigasi.
"Sebenarnya investigasi sudah berjalan sebelum UN mulai berjalan, tapi agak tersendat karena jelang pelaksanaan UN semua sibuk dan kami tak mau ganggu dulu," ujar Haryono.
"Tapi, tim kami sudah bekerja lagi dan akan segera mengumumkan ke publik hasil investigasinya," tandasnya.(kompas.com)



