Tapi, itu semua tergantung dari setiap individu. Asalkan mereka rajin, giat, dan penuh semangat, seseorang pasti akan mendapatkan keberhasilan dalam menggapai sebuah cita-cita, salah satunya IPK cum laude. Contoh kasus, banyak mahasiswa yang berasal dari keluarga berpendidikan tinggi, IPK-nya tercatat rendah lantaran malas dan tidak semangat untuk kuliah.
Seperti yang terjadi pada mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Anastasia Dian Mayasari. Mahasiswa jurusan Manajemen itu adalah anak dari seorang tukang pijat. Anastasia berhasil meraih IPK 3,62 dalam upacara yudisium Fakultas Ekonomi (FE) periode September yang diikuti sebanyak 37 peserta.
Kunci keberhasilan anak dari pasangan almarhum Benedictus Beno Yunianto dan Kustuti itu sejak duduk di bangku SMA hingga kuliah memang selalu membuat "Mind Mapping" dalam semua mata pelajaran (mapel). Sehingga dia sangat terbantu dalam kegiatan belajar hanya dengan membaca Mind Mapping yang dibuatnya. Ini dilakukannya lantaran merasa daya ingatnya agak rendah, sehingga perlu dibantu dengan pemetaan pemikiran disegala pelajaran yang dia peroleh.
"Sejak SMA, Bapak meninggal dunia sehingga biaya kuliah selama ini ditanggung sama Budhe dan nenek," ujar gadis kelahiran 25 Desember 1991 itu, seperti disitat dari laman UNY, Rabu (2/10/2013).
Selama dua tahun lalu, cewek yang akrab dipanggil Maya itu berhasil mendapatkan beasiswa Pengembangan Prestasi Akademik (PPA). Setelah dinyatakan lulus, Maya malah berkeinginan untuk bekerja membantu sang Ibu dalam membiayai ketiga adiknya.(okezone.com)



